[Injabar.unpad.ac.id] – Direktur Utama Institut Pembangunan Jawa Barat Universitas Padjadjaran (InJabar Unpad)memaparkan Kajian Pengendalian Pandemik Covid-19 : Potensi Chloroquin dan Quinine sebagai pilihan Terapi Obat untuk Pasien Covid-19 pada “Rapat Koordinasi Dampak Covid-19 Pada Perekonomian Jabar” di Gedung Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah (BIPw) Provinsi Jawa Barat, Kamis (19/3/2020).

Rakor ini dihadiri pula oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Rektor Unpad, Rina Indiastuti, dan Kepala BIPw Jabar, Herawanto.

Keri Lestari memaparkan Potensi Chloroquin dan Quinine sebagai pilihan Terapi Obat untuk Pasien Covid-19 dengan latar belakang yang kuat.

“Di Malaysia dan Cina saat ini, Chloroquin dimasukan ke dalam pedoman pengobatan COVID-19. Tidak heran potensi obat ini perlu dipertimbangkan di Indonesia karena kita bahan baku yang melimpah untuk obat ini” ujar Keri.

Berikut adalah data yang didapatkan oleh InJabar Unpad terkait pedoman pengobata COVID-19 di Cina dan Malaysia (Disclaimer : Informasi ini untuk tenaga profesional kesehatan)

Pengobatan COVID-19 di Cina

National Health Commission & State Administration of Traditional Chinese Medicine di Cina pada 3 Maret 2020 mengeluarkan pedoman “Diagnosis and Treatment Protocol for Novel Coronavirus Pneumonia”

Dalam pedoman pengobatan antivirus tertulis bahwa rumah sakit dapat mencoba Alpha-interferon (5 juta U atau dosis yang setara setiap kali untuk orang dewasa, menambahkan 2 ml air steril, inhalasi atomisasi dua kali sehari), lopinavir / ritonavir (200 mg / 50mg per pil untuk orang dewasa, dua pil setiap kali, dua kali sehari) , tidak lebih dari 10 hari), Ribavirin (disarankan untuk digunakan bersama dengan interferon atau lopinavir / ritonavir, 500 mg setiap kali untuk orang dewasa, dua kali atau tiga kali injeksi intravena setiap hari, tidak lebih dari 10 hari), chloroquine phosphate (500 mg selama 7 hari untuk orang dewasa berusia 18-65 dengan berat badan lebih dari 50 kg; dosis 500 mg untuk Hari 1 & 2 dan 500 mg qd untuk Hari 3-7 untuk orang dewasa dengan berat badan di bawah 50 kg), Arbidol (200 mg tid untuk orang dewasa, tidak lebih dari 10 hari).

Pengobatan COVID-19 di Malaysia

Berdasarkan ringkasan obat yang diberikan di Malaysia per 19 Maret 2020, daftar obat yang diberikan diantaranya :

  • Lopinavir/Ritonavir 200mg/50mg (KALETRA®) Lopinavir/Ritonavir 80mg/20mg Oral Solution (KALETRA®)
  • Chloroquine Phosphate 250mg (Chloroquine base 150mg)
  • Hydroxy Chloroquine Sulphate 200mg (PLAQUENIL®)
  • Ribavirin 200mg (COPEGUS®)
  • Interferon beta 1b ( 250mcg (8MU) (BETAFERON®)

Sumber :

Presentasi Direktur Injabar

File Panduan Pengobatan di Cina bisa email ke injabar@unpad.ac.id

File Panduan Pengobatan di Malaysia bisa email ke injabar@unpad.ac.id

Leave a Reply