Dirut INJABAR Beri Pesan Bijak Soal Klaim Obat Herbal Covid-19 dari Hadi Pranoto

INJABAR UNPAD – yang merupakan Guru Besar Universitas Padjajaran (Unpad) mengatakan, masyarakat perlu lebih waspada pada klaim-klaim obat Covid-19 di masa pandemi ini.

Pasalnya menurut ia, segala sesuatu yang memiliki khasiat seperti obat harus sesuai dengan uji kaidah medis agar lebih terjamin keamanannya.

“Ya intinya gini kalo di tim medis sesuatu yang mempunyai khasiat itu harus sesuai dengan uji kaidah medis. mulai dari uji in vitro, in vivo kemudian uji klinis baru kita mengklaim ini bisa menyembuhkan,” kata Keri kepada FIXINDONESIA saat dihubungi via telpon beberapa waktu lalu.

Lebih jauh Keri pun menanggapi soal klaim Hadi Pranoto yang beberapa hari terakhir menuai banyak kritikan dari berbagai pihak.

“Testimoni seperti itu bisa saja, namun itu tidak jadi sebuah sumber yang memang mempunyai kekuatan dasar pemilihan obat. Namun harus diuji kembali signifikansi dari testimoni itu. Ya musti diteliti lebih jauh,” jelas Keri.

Menurut Keri sah-sah saja jika siapa pun mempunyai semangat untuk mencari solusi dalam penanganan Covid-19 ini. Namun lagi-lagi Keri menegaskan, klaim-klaim seperti khasiat obat perlu diperhatikan secara hati-hati, lantaran menurutnya semua klaim yang ada harus sesuai mekanismenya.

“Saya pikir semua sah-sah saja semua orang mempunyai semangat untuk memberi solusi bagi penanganan covid-19, cuman ya itu tadi kita harus tahu komposisinya apa, seperti apa mekanismenya, apakah sudah diuji kemanan dan khasiatnya, karena bisa jadi punya khasiat tapi punya masalah dengan keamanan, dan bahan herbal juga tidak lepas dari efek samping. Makanya harus diuji klinis dulu,” bebernya.

Ia pun berpesan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih obat, terasuk obat herbal. Menurut Keri akan lebih aman jika masyarakat memilih obat untuk menjaga imunitas tubuh menggunakan obat-obat yang sudah memiliki izin edar dari BPOM.

“Ya kalau obat yang dikatakan sudah terjamin keamanan yang sudah mempunyai izin edar dari BPOM, jadi masyarakat boleh mau coba herbal gapapa selama herbal itu kita tahu isinya apa dan kita paham herbal itu sudah digunakan oleh masyarakat. Karena relatif lebih aman kalo memang sudah digunakan di masyarakat sejak lama. Lebih baik hati-hati saja. Tidak hanya untuk obat yang diklaim beliau (Hadi Pranoto) tapi untuk semua obat yang saat ini banyak diklaim,” tegasnya.

Lebih jauh Keri pun mengaku dari pemaparan soal klaim obat herbal buatan Hadi, ia mengaku belum melihat adanya komposisi yang jelas, sehingga ia pun tak berani mengatakan itu layak dipakai masyarakat.

“Saya tidak melihat adanya suatu komposisi yang jelas sehingga saya tidak menyatakan ini layak atau tidak, karena kelayakan itu dilihat dari kecocokan komposisi dan klaim yang dinyatakan oleh produsennya,” pungkasnya. 

Artikel ini telah diterbitkan di https://fixindonesia.pikiran-rakyat.com/riset-inovasi/pr-36653663/guru-besar-unpad-prof-keri-beri-pesan-bijak-ini-soal-klaim-obat-herbal-covid-19-dari-hadi-pranoto