Unpad Melalui Injabar Mendandatangani Kerjasama dengan Barantan Kementan untuk Pendampingan dan Pengembangan Buah Tropis Berkualitas Ekspor di Jawa Barat

[injabar.unpad.ac.id] Jakarta, 03 Januari 2023 – Universitas Padjadjaran melalui Institut Pembangunan Jawa Barat mengawali tahun 2023 dengan menandatangani Perjanjian Kerjasama Pendampingan dan Pengembangan Buah Tropis Kualitas Ekspor di Jawa Barat dengan Badan Karantina Kementerian Pertanian melalui Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati (KTKHN), Selasa, 3 Januari 2023 bertempat di Ruang AWR Badan Karantina Pertanian, Lantai 1 Gedung E, Kementerian Pertanian Jakarta.

Rektor Unpad yang diwakili oleh Direktur Utama Injabar, Prof. Dr. Apt. Keri Lestari, M.Si., menegaskan bahwa untuk implementasi inovasi memerlukan adanya kolaborasi dan sinergi, untuk itu sebagai upaya mendorong pengembangan potensi buah tropis Jawa Barat yang memiliki kualitas ekspor, semangat pentahelix menjadi penting dilakukan. Unpad sebagai perguruan tinggi yang berbasis riset, melalui kepakaran para penelitinya akan berupaya melahirkan kajian-kajian ilmiah untuk mendukung pengembangan buah tropis Jawa Barat dan Nasional menembus pasar ekspor global, seperti yang telah dilakukan Injabar dengan membuat kajian komprehensif multidisiplin yang didukung oleh periset dari Fakultas Pertanian, FIKOM, FISIP, FEB dan Fakultas Farmasi untuk pengembangan mangga gedong gincu Sumedang agar dapat diekspor ke Jepang.

Prof. Dr. Apt. Keri Lestari, M.Si., juga mengapresiasi gerak cepat dan dukungan Kepala Badan Karantina Pertanian, Ir. Bambang, M.M., beserta seluruh jajarannya dalam mendorong ekspor pertanian Indonesia. Keri yakin buah tropis Jawa Barat khususnya Mangga, dapat segera memasuki pasar Jepang dengan dukungan penuh dari Barantan sebagai titik akhir ekspor.

Pada kesempatan yang sama Kepala Badan Karantina Pertanian, Ir. Bambang, M.M., mengapresiasi seluruh jajarannya, dimana pada tahun 2022 Barantan meraih prestasi kinerja terbaik di lingkungan Kementerian Pertanian. Bambang menyampaikan bahwa Barantan sangat penting dalam bertugas menjaga Indonesia, dimana tidak ada ekspor impor pertanian yang tidak dijaga oleh karantina.

Produk pertanian telah menunjukan kekuatannya, khususnya saat dunia mengalami badai pandemi Covid-19, dimana seluruh sektor mengalami kemunduran tetapi pertanian justru mengalami peningkatan. Hal ini menyadarkan seluruh pihak akan pentingnya pertanian, sehingga kedepan selain mampu mencukupi ketahanan pangan nasional, pertanian Indonesia juga mampu membantu negara-negara lain yang mengalami kesulitan produk-produk pertanian, kata Bambang.

Kerjasama dengan Injabar sebetulnya telah dilakukan selama hampir satu tahun terakhir, khususnya dalam bersama melakukan riset hama lalat buah Bactrocera Occipitalis di Kalimantan dan melakukan diplomasi bersama Kemenlu dengan pihak Kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (MAFF) Jepang.

Penutup Bambang menyampaikan terima kasih kepada Unpad dan Injabar atas kepercayaan dan kerjasama ini, dan meminta Kepala Pusat KTKHN, Dr. Ir. A.M. Adnan, MP., bersama Injabar ke Jepang untuk menyampaikan hasil riset yang telah dilakukan pada MAFF Jepang untuk dapat membuka akses pasar ekspor Mangga ke Jepang, mendukung pembicaraan strategis antara Presiden Jokowi dan PM Jepang pada bilateral meeting antara Indonesia- Jepang saat forum G20 tahun yang lalu.

Acara yang juga di hadiri langsung oleh Ade Wardhana, SE., MM., CEO Minaqu Indonesia Group, Ir. Wisnu Haryana Sekretaris Badan Karantina Pertanian, drh. Wisnu Wasesa Putra, M.P., Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Dr. Ir. A.M. Adnan, MP., Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati, Ir. Junaidi, MM., Kepala Pusat Kepatuhan, Kerjasama dan Informasi Perkarantinaan, Akhmad Subkhan, STP, MM., Kepala Bagian Umum dan seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis Karantina Pertanian (UPT KP) se-Indonesia secara online.
###

Heru Ryanto Budiana

Deputi Komunikasi Injabar Unpad